JHB, BANDUNG – Sidang kelima kasus ujaran kebencian yang menjerat YouTuber Muhammad Adimas Firdaus Putra alias Resbob di PN Bandung kembali menarik perhatian publik.
Sejak mencuatnya kasus ini hingga proses hukum yang sedang berjalan, selalu mendapatkan atensi dari publik, khususnya masyarakat di Jawa Barat. Karena Resbob dianggap menyakiti masyarakat Sunda dan Viking Club-pendukung tim persib Bandung.
Namun pada sidang kali ini, perhatian tertuju kepada ibunda Resbob, Putri Regia yang hadir langsung dalam persidangan yang digelar pada Senin (16/3/2026). Bukan hanya memberikan dukungan moral terhadap anaknya, dirinya hadir untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada masyarakat Sunda.
Dengan penuh kerendahan hati, ia menyampaikan permohonan maaf atas ucapan Resbob yang sebelumnya dinilai menghina suku Sunda dan komunitas Viking Persib.
Hadiri Sidang Resbob, Sang Ibunda Minta Maaf ke Masyarakat Sunda dan Ingin Bertemu KDM
Penulis: Redaksi·Editor: Redaksi·16 Maret 2026·3 menit baca

Putri Regia mengaku sebagai orang tua merasa memiliki tanggung jawab moral untuk datang langsung ke PN Bandung dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang tersinggung.
“Saya sebagai orang tua Daus mohon maaf kepada seluruh warga Sunda, terutama di Jawa Barat dan komunitas Viking,” ujar Putri Regia usai persidangan.
Menurutnya, kejadian yang menimpa anaknya ini menjadi pelajaran penting agar Resbob bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa ke depannya.
“Ini proses agar Daus bisa lebih dewasa dan menjadi penerus bangsa yang lebih baik,” katanya.
Ingin Bertemu KDM untuk Sampaikan Maaf Secara Langsung
Tak hanya kepada masyarakat Sunda dan komunitas Viking, Putri Regia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).
Dengan nada tulus, ia berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan KDM guna menyampaikan permohonan maaf secara pribadi.
“Saya juga mohon maaf kepada Gubernur Jawa Barat yang terhormat, Bapak Aing Kang Dedi Mulyadi. Anak saya khilaf saat itu dan berkata di luar kontrol,” ujarnya.
Putri Regia mengatakan kehadirannya di persidangan menjadi bentuk keseriusan keluarga dalam menghadapi persoalan ini sekaligus menunjukkan penyesalan atas peristiwa yang terjadi.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa masyarakat Sunda dikenal sebagai masyarakat yang memiliki sikap bijaksana dan pemaaf, apalagi saat ini suasana Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan saling memaafkan.
Halaman 1 dari 2




