JHB, PANGANDARAN – Lonjakan wisatawan di Pantai Pangandaran justru menyisakan persoalan serius. Alih-alih menikmati keindahan laut, pengunjung disuguhi pemandangan memprihatinkan berupa sampah yang berserakan di sepanjang garis pantai.
Kondisi tersebut terlihat jelas pada Jumat, 27 Maret 2026, di mana area pasir pantai dipenuhi limbah plastik seperti gelas sekali pakai, bungkus makanan, hingga sedotan yang tercecer tanpa penanganan maksimal.
Situasi ini memperlihatkan adanya ketimpangan antara tingginya aktivitas wisata dengan lemahnya pengelolaan kebersihan di lapangan.
“Datang Liburan, Pulang Bawa Jijik”
Salah satu wisatawan asal Bandung, Titin, mengaku kecewa dengan kondisi Pantai Pangandaran yang dinilai tidak terurus.
Menurutnya, suasana pantai yang semestinya menjadi tempat relaksasi justru berubah menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan.
Pantai Pangandaran Dipenuhi Sampah, Wisatawan Geram: Bayar Mahal Tapi Dapat Kotoran
Penulis: Redaksi·Editor: Redaksi·27 Maret 2026·2 menit baca

“Datang ke sini niatnya liburan, tapi yang terlihat malah sampah di mana-mana. Jadi tidak nyaman, bahkan terasa jijik,” ungkapnya.
Ia menyebut, kondisi tersebut mencoreng citra Pangandaran sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Kritik Keras: Pendapatan Jalan, Perawatan Minim
Lebih lanjut, Titin menyoroti minimnya perhatian terhadap kebersihan, padahal sektor pariwisata di Pangandaran terus menghasilkan pemasukan.
Menurutnya, wisatawan sudah memberikan kontribusi melalui tiket masuk hingga pajak dari transaksi makanan dan barang.
“Wisatawan sudah bayar tiket, beli makanan juga kena pajak. Tapi kebersihannya seperti tidak diurus. Ini tidak adil,” tegasnya.
Kritik ini mencerminkan kekecewaan terhadap pengelolaan wisata yang dinilai belum profesional dan belum mengutamakan kenyamanan pengunjung.
Risiko Serius Bagi Citra Pariwisata
Kondisi pantai yang dipenuhi sampah bukan hanya soal estetika, tetapi juga berdampak pada citra pariwisata daerah.
Jika dibiarkan, Pangandaran berpotensi kehilangan daya saing sebagai destinasi wisata unggulan, terutama di tengah meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap kebersihan dan lingkungan.
Selain itu, tumpukan sampah juga berpotensi mencemari ekosistem laut serta mengganggu kesehatan pengunjung.
Perlu Langkah Nyata, Bukan Sekadar Imbauan
Pengelolaan kebersihan di kawasan wisata dinilai tidak cukup hanya dengan imbauan kepada pengunjung.
Diperlukan langkah konkret seperti:
peningkatan jumlah petugas kebersihan,
penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai, serta sistem pengangkutan sampah yang rutin dan terjadwal.
Halaman 1 dari 2
Tags




