Ketua Badko HMI Jabar Diancam Bernasib Seperti Andrie Yunus, Diteror Usai Unggah Kasus Penyiraman Air Keras
Penulis: Redaksi·Editor: Redaksi·30 Maret 2026·3 menit baca

“Polres Garut datang ke rumah untuk memastikan keamanan saya. Mereka juga mengecek data-data,” kata Siti.
Kehadiran aparat justru mempertegas satu hal: ancaman ini dianggap serius.
Namun di tengah bayang-bayang itu, Siti memilih tetap berdiri. Ia belum melapor secara resmi. Bukan karena takut—melainkan karena ia tidak ingin fokusnya terpecah.
“Saya memilih langsung ke media. Saya ingin fokus mengawal kasus ini,” tegasnya.
Meski begitu, langkah pengamanan mulai disiapkan. Ia kini berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, sementara dukungan juga datang dari Komisi III DPR RI yang disebut akan ikut mengawal keselamatannya.
“LPSK sudah menghubungi. Dari Komisi III juga akan ikut mengawal,” ujarnya.
Teror itu, setidaknya di permukaan, berhenti di hari yang sama. Tidak ada lagi pesan masuk. Tidak ada lagi ancaman baru.
Tapi justru itulah yang membuat suasana terasa lebih mencekam.
Karena ancaman yang tiba-tiba hilang… sering kali bukan benar-benar berakhir.
“Alhamdulillah setelah itu tidak ada lagi. Tapi saya tetap menjaga keamanan,” katanya pelan. (*)
Halaman 2 dari 2
Tags




