TPA Sarimukti Kembali Dibuka, DLH Kerahkan 1.025 Personel Tangani Sampah di 71 Titik
Penulis: Redaksi·Editor: Redaksi·24 Maret 2026·4 menit baca

“Memang belum seluruh TPS itu 'clear'. Tapi yang penting tidak meluber ke jalan, tidak mengganggu lalu lintas. Jadi kita kendalikan supaya tetap aman,” ujarnya.
Untuk mempercepat penanganan, DLH mengerahkan tim taktis berjumlah 25 personel dengan dukungan armada seperti truk, pikap, motor sampah, \"road sweeper\", dan alat berat. Tim ini difokuskan pada titik-titik dengan potensi penumpukan tinggi.
Selain petugas DLH, penanganan sampah juga diperkuat oleh personel Gaslah dan Gober. Salman menyebut, pada H+2 petugas Gaslah sudah mulai kembali beroperasi di sejumlah wilayah, meskipun belum sepenuhnya optimal.
“Beberapa kecamatan sudah mulai berjalan sesuai target pengumpulan sampah organik oleh Gaslah. Mudah-mudahan segera optimal, karena ini masih suasana Lebaran,” katanya.
Ia berharap, dengan kembali normalnya sistem pengangkutan hingga tingkat RW, potensi penumpukan sampah dapat segera teratasi.
“Harapannya dengan sistem sudah berjalan kembali, tidak akan terjadi penumpukan sampah di wilayah Kota Bandung,” tambahnya.
Di sisi lain, fasilitas pengolahan sampah juga mulai kembali beroperasi. TPST Babakan Siliwangi dan fasilitas pengolahan di Gedebage telah menerima input sampah.
“Di Gedebage sudah menerima input hampir 8 ton. Ini cukup positif karena pengolahan juga sudah berjalan kembali,” ungkapnya.
Pengolahan di TPS 3R dan TPS skala lingkungan yang dikelola kewilayahan maupun kelompok swadaya masyarakat (KSM) juga mulai kembali optimal, membantu mengurangi beban pengangkutan ke TPA.
Memasuki H+3 (Selasa, 24 Maret 2026), DLH menargetkan kondisi penanganan sampah semakin normal, dengan 80–85 persen personel telah kembali bekerja seperti biasa.
Fokus penanganan pun mulai bergeser pada pembersihan titik-titik pembuangan liar yang muncul selama periode Lebaran.
“Kita akan menyisir titik-titik yang tiba-tiba jadi tempat buang sampah liar. Kalau dibiarkan, itu akan memicu timbulan sampah yang lebih besar,” jelas Salman.
Penyisiran ini dilakukan bersama aparat kewilayahan, terutama di kawasan wisata dan pusat aktivitas masyarakat, guna menjaga kenyamanan pengunjung.
DLH mencatat, volume sampah pada malam takbiran mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Halaman 2 dari 3
Tags




