JHB, BANDUNG,- Menjadi seorang masinis bukanlah pilihan profesi yang lazim dibayangkan bagi seorang perempuan. Di balik tuas kendali lokomotif dengan beban ratusan ton, terdapat tanggung jawab besar untuk mengantarkan ribuan penumpang menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan tepat waktu.
Selama ini, profesi masinis identik dengan sosok pria. Namun, stigma tersebut perlahan terpatahkan. Perempuan kini turut mengambil peran penting, membuktikan bahwa ketelitian, ketangguhan, dan profesionalisme tidak ditentukan oleh gender.
Sosok yang dikenal lemah lembut dan keibuan justru mampu tampil tegas dan sigap saat berada di ruang kendali kereta.
Di lingkungan PT KAI, kesetaraan bukan sekadar slogan. Pria dan wanita ditempatkan sejajar dalam menjalankan tugas.
Perempuan di Balik Kemudi Kereta: Ketangguhan Masinis Wanita di Daop 2 Bandung
Penulis: Redaksi·Editor: Redaksi·28 Maret 2026·2 menit baca

Bahkan di masa angkutan Lebaran yang padat seperti saat ini, para masinis perempuan tetap menjalankan dinas sesuai jadwal, memastikan perjalanan kereta berjalan lancar di tengah lonjakan penumpang.
Di Daop 2 Bandung, dari total 213 masinis yang bertugas, terdapat 3 masinis perempuan yang turut mengemban tanggung jawab tersebut. Meski jumlahnya masih sedikit, peran mereka menjadi simbol perubahan dan inspirasi di dunia perkeretaapian.
Salah satunya adalah Ajeng, masinis perempuan di Daop 2 Bandung. Ia mengaku pekerjaannya penuh tantangan, terlebih harus berada di tengah dominasi masinis laki-laki. Namun, hal itu justru menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus membuktikan kemampuan.
“Menjadi masinis itu sangat menantang, apalagi kita bekerja di lingkungan yang mayoritas laki-laki. Tapi justru dari situ saya termotivasi untuk terus belajar dan menunjukkan bahwa perempuan juga mampu,” ungkap Ajeng.
Ia juga menuturkan bahwa dukungan dari keluarga menjadi kekuatan utama dalam menjalani profesi yang penuh tanggung jawab ini. “Support dari keluarga sangat besar, itu yang membuat saya tetap semangat dan percaya diri menjalankan tugas,” tambahnya.
Keberadaan masinis perempuan bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga tentang dedikasi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Di balik laju kereta yang melintas, ada semangat perempuan hebat yang turut menggerakkan roda transportasi Indonesia.
Tags

