JHB, BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, H. MQ Iswara, mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat tahun 2026 telah mengalami tiga kali pergeseran. Hal ini disampaikannya dalam program Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan bersama Jurnalis Hukum Bandung di Hotel Horison Bandung, Rabu (11/3/2026).
Pria yang akrab disapa Kang Iswara ini memaparkan secara rinci tiga fokus utama pergeseran anggaran tersebut, mulai dari bantuan sosial, pembayaran utang ke rekanan, hingga mitigasi bencana.
1. Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Penutupan Tambang di Bogor
Pergeseran pertama, menurut Kang Iswara, dialokasikan untuk membantu masyarakat Kabupaten Bogor yang kehilangan mata pencaharian akibat penghentian izin usaha pertambangan.
APBD Jabar 2026 Tiga Kali Digeser: Bayar Utang Rp621 M ke Rekanan hingga Antisipasi Bencana
Penulis: Redaksi·Editor: Redaksi·11 Maret 2026·2 menit baca

\"Pergeseran yang pertama untuk menutupi atau membantu masyarakat di Kabupaten Bogor akibat terdampak diberhentikannya izin usaha tambang. Banyak karyawan dan masyarakat yang tidak bisa bekerja. Ternyata di Kabupaten Bogor itu sangat banyak sekali,\" ujarnya.
2. Pembayaran Tunggakan ke Pihak Ketiga Rp621 Miliar
Pergeseran kedua dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban pemerintah kepada pihak ketiga atau rekanan yang selama ini tertunda pembayarannya.
\"Ini untuk menutupi kegiatan yang belum teranggarkan sebelumnya, yaitu kegiatan-kegiatan yang kemarin tunda bayar yang nilainya sebesar Rp621 miliar,\" jelas Kang Iswara.
Ia merinci bahwa angka Rp621 miliar tersebut merupakan hasil audit inspektorat atas proyek-proyek, khususnya di sektor infrastruktur, yang pengerjaannya telah dilakukan namun pembayarannya tertunda.
\"Pemerintah melakukan efisiensi di setiap OPD terkait, kemudian hasil efisiensi itu disimpan dan digunakan untuk membayar kepada pihak ketiga. Alhamdulillah, di bulan Februari kemarin sudah dilakukan dan di bulan ini sudah selesai semua. Rp621 miliar sudah dibayar,\" tegasnya.
3. Antisipasi Perubahan Iklim dan Bencana Hidrometeorologi
Pergeseran ketiga yang telah dilakukan adalah untuk mengantisipasi perubahan iklim (climate change). Kang Iswara menyoroti tingginya curah hujan yang tidak menentu dan sulit diprediksi.
\"Pergeseran ketiga terkait dengan antisipasi perubahan iklim, yaitu untuk mitigasi bencana hidrometeorologi. Cuaca sekarang tidak bisa diprediksi, curah hujan di atas rata-rata, dan kejadian banjir serta longsor akan lebih sering terjadi di tahun ini,\" katanya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan kajian dan mengalokasikan anggaran untuk memperkuat mitigasi bencana di Jawa Barat pada tahun 2026 ini. (*)




